Program Sekolah Ramah Anak : Kunci Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Harmonis

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Jumat, 20 Oktober 2023
Dibaca: 91

Program Sekolah Ramah Anak : Kunci Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Harmonis

Sekolah Ramah Anak Diharapkan Mampu Menekan Kasus Bullying di Sekolah

GARUT, Tarogong Kidu l- Program Talkshow Forum Komunikasi dan Solusi (FOKUS) Radio Intan Streaming mengudara kembali. Di Edisi ke-25, Kamis (19/10/2023), talkshow ini menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu  Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dian Hasanudin, dan Perwakilan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedih Nurdin. Acara dipandu oleh host Radio Intan Streaming, Beni Wahyudi.

Dalam talkshow ini, Dian Hasanudin menyoroti Program Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Garut, sebagai inisiatif Disdik untuk memperkuat karakter anak peserta didik. Tujuannya adalah mencegah, menanggulangi, dan mengendalikan situasi kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Dian menekankan perlunya keterlibatan semua pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat umum, untuk menjalankan program ini dengan sukses.

'Mudah-mudahan program sekolah ramah anak ini diikat dengan regulasi yang jelas, sehingga semua komponen sekolah bisa tepat dan bisa melaksanakan program sekolah ramah anak ini," ujar Dian ketika diwawancara seusai talkshow yang digelar di Radio Intan Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Dian menambahkan, ketika sudah menjadi kebijakan menjadi aturan yang dikeluarkan, maka tidak ada alasan sekolah tidak melaksanakannya. 

Dedih Nurdin dari KCD XI Disdik Provinsi Jawa berpendapat, Sekolah Ramah Anak kini bukan hanya program, melainkan kebutuhan mendesak dalam kondisi sosial saat ini. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang damai dan harmonis.

"Sehingga di sekolah itu betul-betul dijadikan sebagai kawasan wiyata mandala, di mana yang dimunculkan adalah edukasi bukan pragmatisi atau bukan tekanan-tekanan lainnya, sehingga diharapkan di sekolah itu betul-betul menciptakan nuansa bersih lingkungannya, bersih hatinya, dan bersih perbuatannya," tutur Dedih.

Dedih menjelaskan bahwa program ini memiliki indikator penting bagi para siswa, termasuk kesadaran akan pentingnya kedisiplinan, keluasan ilmu, dan kebersamaan. Ini diharapkan akan membantu siswa menjadi lebih dewasa di masa depan.

Ia juga memaparkan bahwa guru di SMA/SMK yang berada di bawah naungan KCD XI telah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) pendidikan ramah anak, memastikan penerapan konsep sekolah ramah anak.

"Dengan instrumen-instrumen yang diberikan  kepada kepala sekolah, guru, dan siswa, jadi sampai sejauh mana penerapannya itu melalui instrumen tadi," ucapnya.

Dedih meyakini bahwa melalui program ini, kasus bullying di sekolah dapat ditekan. Bullying dianggap sebagai ancaman serius bagi karakter dan prestasi siswa. 

"Kami dari KCD mengawasi dan mengharapkan kepada sekolah itu betul-betul jangan sampai ada bully, jangan ada kekerasan seperti itu, (sekolah ramah anak) berpengaruh banget (terhadap pengurangan bullying)," tandasnya.

Caption :

Pelaksanaan Talkshow FOKUS Vol. 25 yang dilaksanakan di Radio Intan, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (19/10/2023). (Foto : M. Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut).

Penulis : Muhamad Azi Zulhakim

Penyunting : Yanyan Agus Supianto




Komentar
Isi Komentar